Definition List

header ads

Wahana NASA New Horizon Saat Ini Bergerak Menuju Bintang Alpha Centuri

Wahana NASA New Horizon


Pada tanggal 14 Juli 2015, wahana antariksa New Horizons berhasil membuat sejarah sebagai benda buatan manusia pertama yang melakukan terbang lintas dekat planet kerdil Pluto. Sejak saat itu pula, New Horizons terus bergerak melalui Sabuk Kuiper, dan bersiap memasuki ruang antarbintang, hingga mencapai bintang terdekat kedua dari Bumi; Alpha Centauri.

Sesampainya di Alpha Centauri, New Horizons akan meneliti planet ekstrasurya tetangga Bumi, yang kemungkinan ada lebih dari satu planet ekstrasurya dalam sistem Alpha Centauri. New Horizons akan ditugaskan untuk mengkonfirmasi keberadaan planet ekstrasurya di sana. Dan ini diprediksi akan membuat sejarah lagi.

Terletak 4,3 tahun cahaya dari Bumi, sistem Alpha Centauri terdiri dari tiga bintang yang saling mengorbit, yakni Alpha Centauri A, Alpha Centauri B, dan Alpha Centauri C (alias Proxima Centauri). Selama dekade terakhir, para pemburu planet telah mendeteksi keberadaan planet yang mengorbit sistem tiga bintang tersebut.

Penelitian planet ekstrasurya tersebut--yang dinamai Alpha Centauri Bb--dimulai pada bulan Februari 2008, ketika sebuah tim pengamat Eropa yang bekerja di fasilitas La Silla European Southern Observatory di Cile menemukan indikasi adanya planet asing yang mengorbit bintang Alpha Centauri B.

Menggunakan metode spektroskopi Doppler, para ilmuwan Eropa berhasil merekam pengukuran kecepatan dan warna radial spektrum Alpha Centauri B selama periode empat tahun. Mereka kemudian menerapkan filter statistik untuk memastikan bahwa apa yang mereka deteksi memang planet, dan bukan "kebisingan latar belakang".

Pada bulan Oktober 2012, dalam sebuah artikel yang diserahkan ke jurnal Nature, para ilmuwan Eropa ini secara resmi mengumumkan keberadaan planet ekstrasurya Alpha Centauri Bb. Menurut tim ilmuwan Eropa, planet itu memiliki massa yang mirip massa Bumi dan mengorbit bintang Alpha Centauri B dalam zona laik huni. Hal ini membuat Alpha Centauri Bb merupakan planet ekstrasurya terdekat dengan Bumi sampai saat ini.

Namun, tiga tahun setelah pengumuman tersebut, pada bulan Oktober 2015, peneliti dari University of Oxford menerbitkan sebuah makalah berjudul "Ghost in The Time Series" yang mengindikasikan bahwa ada kekeliruan dalam pendeteksian planet Alpha Centauri Bb. Menurut makalah itu, sinyal yang diamati oleh tim ESO bukan sinyal dari keberadaan planet asing.

Namun, pada bulan Maret 2015, tim ilmiah yang sama menerbitkan sebuah makalah yang mengusulkan keberadaan planet asing yang berbeda yang mengorbit Alpha Centauri B. Dengan menggunakan data dari teleskop antariksa Hubble, mereka menemukan bukti transit di depan bintang Alpha Centauri B. Jika dikonfirmasi, planet ini akan disebut Alpha Centauri Bc, dan tampaknya terletak terlalu dekat dengan bintang induknya untuk mendukung kehidupan.

Ilustrasi sistem Alpha Centauri. Kredit: NASA

Tentu, mengirimkan sebuah wahana antariksa ke sistem bintang terdekat dengan Tata Surya kita ini merupakan tantangan yang besar.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah wahana antariksa untuk tiba di Alpha Centauri? Bahkan dengan teknologi kita yang paling maju, kita masih akan memakan waktu ribuan tahun untuk mencapai Alpha Centauri, antara 72.000 hingga 81.000 tahun lebih tepatnya.

Jika ada sepasang astronot--pria dan wanita--yang dikirim ke Alpha Centauri, mereka akan beranak pinak hingga 3000 sampai 4000 generasi mulai dari peluncuran hingga tiba di sistem bintang tersebut!

Sementara itu, perjalanan New Horizons menuju Alpha Centauri ini belum dapat ditentukan seberapa lamanya, namun diperkirakan perlu waktu seumur hidup manusia normal. Komunikasi dengan New Horizons pun akan sangat terbatas, dan bahkan tidak akan bisa berkomunikasi lagi.