Definition List

header ads

Teleskop Luar Angkasa James Webb Siap Diluncurkan Tahun 2018

Ilustrasi teleskop James Webb ketika mulai beroperasi di luar angkasa. Kredit: NASA


Sempat mundur dari jadwal dan telah menghabiskan anggaran miliaran dolar, akhirnya NASA kini bisa bernafas lega. Cermin utama James Webb Space Telescope (JWST) yang berjumlah 18 sekarang telah lengkap tepasang, sebuah langkah yang signifikan menuju peluncurannya pada tahun 2018.

Pada hari Rabu, 3 Februari 2016 segmen cermin berbentuk heksagonal ke-18 berhasil dipasang oleh para ilmuwan di NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland. Masing-masing segmen cermin ini beratnya 40 kilogram dan berukuran 1,3 meter. Setelah dipasang seluruhnya, diameter cermin JWST ini mencapai 6,5 meter, sekitar tiga kali lebih besar dari cermin Teleskop Antariksa Hubble, dan membuat JWST menjadi teleskop antariksa yang paling kuat yang pernah dibuat manusia.

"Menyelesaikan perakitan cermin primer JWST merupakan tonggak yang sangat signifikan dan puncak perancangan yang dilakukan lebih dari satu dekade terakhir," kata Lee Feinberg, menejer elemen optik JWST di Goddard, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari IFLScience. "Kami memiliki tim ilmuwan yang besar di AS yang berkontribusi untuk perakitan ini."


Cermin JWST yang telah berhasil dipasang seluruhnya. Kredit: NASA


Cermin primer JWST butuh berbulan-bulan lamanya untuk dipasang seluruhnya, ini karena cermin-cermin primer sangat sensitif. Cermin juga dilapisi emas, yang nantinya akan mampu memfokuskan cahaya dari alam semesta yang jauh ke cermin sekunder dan kemudian diolah pada instrumen khusus yang akan disematkan di badan JSWT. Dengan cermin yang sudah lengkap, perakitan instrumen-instumen JWST lainnya sudah dapat dimulai.

JWST sering disebut sebagai penerus Teleskop Antariksa Hubble, meskipun keduanya sangat berbeda. Teleskop Hubble terletak di orbit Bumi dan mengamati alam semesta pada cahaya tampak, sementara JWST akan ditempatkan pada jarak 1,5 juta kilometer dari Bumi, di luar orbit Bulan, dan akan mengamati alam semesta dalam gelombang inframerah.

Dalam misi-misinya yang telah dirancang NASA, JWST nantinya akan mempelajari planet-planet di sistem bintang lain, dan bahkan mungkin dapat mencirikan atmosfer beberapa planet ekstrasurya yang terletak pada jarak 100 tahun cahaya. JWST juga akan mencoba untuk mencari galaksi dan bintang yang pertama yang muncul setelah Big Bang.

Pada saat ini, teleskop bernilai US$ 9 miliar ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada tahun 2018 dari Guyana Prancis menggunakan roket Ariane 5.