Definition List

header ads

Wahana Antariksa Penjelajah Planet Jupiter Juno Terjebak Di Orbit Jupiter

Pesawat antariksa nirawak Juno. Kredit : NASA


Setelah beberapa waktu lalu dilaporkan hilang kontak ke sistem komputer utamanya, kini pesawat antariksa nirawak Juno besutan NASA terancam terjebak di orbit Jupiter.

Juno memang menciptakan pencapaian baru dalam eksplorasi planet gas raksasa Jupiter saat ia pertama kali tiba di sana pada 4 Juli lalu.

Masalah teknis pun tak dapat dielakkan, kini ia dinyatakan sulit untuk keluar dari orbit Jupiter.

Pada Oktober kemarin, NASA sempat mengumumkan penundaan Juno untuk terbang lebih dekat di orbit Jupiter untuk mengumpulkan data ilmiah anyar.

Kala itu, NASA menemukan ada masalah pada katup helium Juno yang gunanya membantu aktivasi mesin utamanya. Alih-alih terbuka dalam hitungan detik, katup itu beroperasi secara lambat. Bisa dikatakan, terjadi malfungsi.

Padahal Juno seharusnya sudah bisa bergerak dari orbit elips awal ke orbit selanjutnya. Perpindahan ini sejak awal dinyatakan mampu memangkas waktu penjelajahannya.

Mengutip portal beria Popular Science, kesempatan Juno beikutnya untuk masuk ke orbit baru adalah pada 11 Desember mendatang.

Namun NASA mengatakan, Juno hanya akan terbang melintasinya saja, bukan menetap untuk beberapa waktu.

Setelah itu, pendekatan ke orbit selanjutnya direncanakan pada 2 Februari dan 27 Maret 2017. Saat ini, NASA mengaku tidak bisa mengkonfirmasi mengenai realisasinya sebelum tim mereka memperbaiki sistem katup tersebut.

Skenario terburuknya jika mereka tak kunjung memperbaiki katup helium itu, Juno akan terjebak di orbit awal selama-lamanya.

Kendati begitu, tim ilmuwan masih berupaya untuk berpikir positif.

"Kami bisa melakukan penelitian ilmiah di orbit lama itu jika diibutuhkan," ucap pimpinan investigator Scott Bolton.

Bolton mengakui, Juno masih bisa mengumpulkan data dari orbit jarak jauh, meski perbedaan waktu bisa mempengaruhi jumlah data yang terkumpul.

Diketahui, sesuai jadwal Juno masih memiliki 35 jadwal terbang melintas di permukaan Jupiter hingga misinya berakhir pada Februari 2018.

Pesawat ini membawa tujuh instrumen ilmiah yang akan membantunya mempelajari aurora Jupiter, serta mempermudah para ilmuwan untuk memahami lebih dalam tentang asal-usul planet besar ini, mulai dari struktur, atmosfer, dan magnetosfer.

Hal unik dari Juno, meski ia menyambangi Jupiter yang jaraknya jauh dari Matahari, ia menggunakan tiga panel surya yang membentang sepanjang 20 meter untuk 'menghirup' energi Matahari.