Definition List

header ads

Inilah Penjelasan Ilmiah Apakah Bulan Berotasi

Photo Permukaan Bulan. Kredit: NASA/JPL-Caltech


Jika Anda suka mengamati Bulan, Anda akan menyadari bahwa Bulan berubah fase setiap malamnya, dari fase sabit, hingga purnama. Namun, wajah Bulan yang menghadap Bumi selalu sama, hal tersebut menimbulkan pertanyaan; apakah Bulan berotasi?

Jika memang Bulan berputar pada porosnya, kenapa kita tidak pernah melihat Bulan di langit yang terlihat sedang berputar seperti bola basket yang kita putar pada ujung telunjuk? Hampir kebanyakan planet dan satelit alaminya memilki 2 jenis gerakan, yaitu gerakan berputar pada porosnya (berotasi) dan gerakan mengelilingi pusat acuan (berevolusi).

Misalnya Bumi kita, gerakan rotasi Bumi menyebabkan perubahan siang dan malam, dan gerakan revolusi Bumi dalam mengelilingi Matahari menyebabkan perubahan musim. Yup, sepertinya ini sudah diajarkan sejak di sekolah dasar.

Namun, Bulan kita ini memiliki hal yang unik, yaitu kala atau periode rotasi dan revolusinya adalah sama. Artinya waktu yang ditempuh Bulan untuk melakukan satu putaran penuh mengelilingi Bumi adalah sama dengan waktu yang diperlukan untuk berputar pada porosnya, yaitu selama 29,5 hari.

Hal ini menyebabkan hanya satu sisi Bulan saja yang selalu menghadap Bumi (seperti pada foto di atas). Sisi Bulan yang lain selalu membelakangi Bumi. Analoginya adalah, bayangkan misal Anda berada di tengah sementara terman Anda bergerak mengelilingi Anda dengan wajah yang terus menghadap Anda.

Anda hanya akan melihat wajah teman Anda, tidak pernah Anda melihat punggung teman Anda itu. Begitu juga Bulan, kita di Bumi tidak pernah melihat bagaimana bentuk dan rupa sisi Bulan yang lain. Karena tidak pernah terlihat dari Bumi, maka untuk mengetahui bagaimana bentuk dan rupa sisi Bulan yang lain itu perlu dilakukan dengan penjelajahan luar angkasa.

Tapi apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Jika rotasi obyek dan orbitnya terhubungkan secara langsung, seperti dalam kasus Bulan, fenomena ini disebut sebagai rotasi serempak (synchronous rotation), karena rotasi Bulan sinkron dengan orbitnya, dengan rasio 1:1. Dalam kasus Bulan juga, rotasi sinkron ini disebabkan karena gravitasi Bumi dan fenomena yang dikenal sebagai penguncian pasang (tidal locking) atau penguncian gravitasi (gravitational locking).

Itulah mengapa wajah Bulan yang terlihat dari Bumi selalu sama, dan justru jika Bulan tidak berotasi, kita akan melihat wajahnya yang berbeda-beda setiap malam. Perhatikan ilustrasi berikut ini:



Kiri: Bulan yang berotasi, kanan: Bulan yang tidak berotasi. Kredit: Wikimedia Commons