Definition List

header ads

NASA Panggil Dua Anak SMA Asal Sumatra Utara Untuk Membantu Penelitiannya


Dua orang bocah dari Toba, Kepulauan Samosir, Sumatera Utara ini, Dipanggil menjadi tamu kehormatan NASA untuk membantu penelitian lanjutan yang sedang dilakukan NASA. Dua Bocah ini sebelumnya telah membuat penelitian yang membuat beberapa ilmuan NASA kebingungan. Akhirnya NASA pun memutuskan memanggil kedua bocah tersebut untuk melakukan penelitannya lebih lanjut. Dua Bocah ini masih bersekolah di tingkat SMA di Kabupaten Toba, Kepulauan Samosir.

NASA merasa kagum dengan penelitian yang dilakukan oleh kedua bocah ini, dan akhirnya mereka pun melanjutkan penelitian bocah tersebut. Namun NASA sendiri tidak bisa menyelesaikannya dan memutuskan memanggil dua bocah tersebut untuk membantu.

Kedua bocah yang membanggakan itu adalah Gilbert Nadapdap dan Gomos Parulian Manulu, mereka berdua di undang ke markas NASA, namun mereka tidak untuk jalan-jalan semata tetapi diundang oleh lembaga antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics And Space Administration (NASA) ke markasnya yang terletak di daerah San Jose, Amerika Serikat.

Kedua bocah beruntung ini berangkat dengan didampingi oleh dua gurunya, Elin Bawekes dan Arini Desianti Parawi, pada 24 Januari 2016 lalu, mereka akan menguji hasil penelitiannya. Mereka selama ini meneliti tentang micro-aerobic fermentation with micro gravity. Hasil peneliatian ini lah yang nantinya akan diuji oleh NASA. 

Dua siswa SMA Unggul Del Toba Samosir diuji oleh para peneliti NASA melalui teleconference. Foto Kredit : Luhut Pandjaitan

Umumnya siswa yang belajar di DEL merupakan anak-anak terbaik yang sudah diseleksi lewat sejumlah tahapan. Sang Kepala Sekolah pun memaparkan, Gilbert Nadapdap adalah siswa asal Pematang Siantar sementara Parulian Manalu merupakan siswa asal Tebing Tinggi. 

"Awalnya penelitian ini kan mengirimkan dua orang guru kita untuk belajar di NASA. Setelah pulang, mereka mengaplikasikan pengetahuan mereka di DEL dan mengajarkan kepada siswa-siswa kita. Dua siswa ini yang memang menemani mereka berproses," ujarnya. Alfred Silalahi 

Berangkatnya kedua siswa ini ke Amerika Serikat juga ikut membuat bangga kepala dinas pendidikan Kabupaten Tobasa, Lalo Hartono Simanjuntak. Ia mengatakan, "Kita sangat bangga, sekolah di kabupaten kita berhasil mendidik anak hingga bisa terbang ke AS dan ini harus didukung dengan berbagai cara. 

Bukan hanya itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Luhut ikut mengutarakan rasa bangganya serta terus mendukung dan mendoakan kedua siswa yang telah diberangkatkan untuk mengikuti uji coba NASA ini. “Saya bangga melihat anak-anak didik saya dari kampung Sitoluama-Sumut ini mampu melewati proses seleksi yang dilakukan oleh NASA, hingga sekarang mereka berhasil masuk pada tahapan terakhir tes di NASA,” tulis Luhut Pandjaitan di laman Facebooknya.

Dua siswa SMA Unggul Toba Samosir menciptakan sistem IT untuk dapat mengendalikan proses fermentasi di luar angkasa. FOTO Kredit:Luhut Binsar Pandjaitan.


Menurut Luhut, tes terakhir ini akan menentukan apakah micro lab mereka yang meneliti tentang “micro-aerobic fermentation in space with micro gravity” layak diterbangkan ke stasiun ruang angkasa milik NASA tahun ini.

“Sebelum mereka bertolak ke Amerika, saya berpesan kepada mereka bahwa selama di San Jose, mereka bukan hanya mewakili SMA Unggul Del tapi juga mewakili seluruh anak-anak SMA di Indonesia,” tambah Luhut.

“Kepada Gilbert Nadapdap, Gomos Parulian Manalu serta kepada Ibu guru Elin Bawekes dan Arini Desianti Parawi, saya ucapkan selamat bekerja dan selamat berjuang. Tunjukkan bahwa orang dari kampung juga bisa tampil di kelas dunia!,” tandas Luhut.



Posting Komentar

0 Komentar