Definition List

header ads

12-13 Agustus, Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit


Hujan meteor Perseid (hujan meteor tahunan) akan sangat spektakuler tahun ini, dengan langit ekstra gelap yang diperkirakan dapat menciptakan kondisi yang optimal melihat meteor, kata astronom.

Ketika jan meteor ini mencapai puncaknya, 12-13 Agustus, diperkirakan hingga 100 meteor akan terlihat per jam di langit dan menjadi tontonan di seluruh dunia.

Cahaya Bulan tidak akan mengganggu hujan meteor kali ini, karena bulan akan mendekati fase "baru" atau gelap, kata para ahli mengatakan.

"Ini akan menjadi pertunjukan spektakuler tahun ini," kata astronom Morgan Hollis dari Royal Astronomical Society . "Anda akan dapat melihat lebih banyak meteor dari biasanya."

Material dari hujan meteor Perseid ini berasal dari debu ekor komet Swift Tuttle yang ditemukan oleh Astronom Lewis Swift dan Horace Tuttle dari Amerika pada tahun 1862. Bumi yang berevolusi mengelilingi matahari melewati lintasan dari serpihan debu komet Swift Tuttle ini setiap tahunnya, lebih tepatnya setiap bulan Agustus.   

Komet tersebut memiliki periode orbit 130 tahun, terakhir kali komet mendekati Bumi pada tahun 1992 dan diperkirakan akan kembali tahun 2126.Saat Bumi melintasi serpihan bebatuan dari ekor komet Swift Tuttle, bebatuan tersebut mau tak mau tertarik oleh gravitasi bumi, menuju bumi, dan terbakar oleh lapisan atmosfer yang menyebabkan terlihat seperti bintang jatuh di langit malam. 

Bebatuan meteor terbakar lebih dulu di atmosfer sehingga saat jatuh ke bumi hanya berupa butiran pasir yang sama sekali tak berbahaya.  

Hujan meteor ini dinamakan Perseid karena radian munculnya meteor akan berada dekat Rasi Perseus. Pada puncaknya tanggal 12-13 Agustus 2013 lepas tengah malam, Rasi Perseus berada di langit timur laut.