Definition List

header ads

Wahana NASA Solar Dynamics Observatory (SDO) Temukan Lubang Raksasa Di Permukaan Matahari

Ilustrasi (JAXA/NASA/Hinode via Getty Images)


Pesawat antariksa NASA Solar Dynamics Observatory (SDO) belakangan berhasil menemukan lubang raksasa di permukaan Matahari.

Lubang raksasa tersebut bernama coronal hole, atau lubang korona. Banyak yang menduga lubang hitam raksasa itu mampu melahap Matahari dengan zat gelapnya, sehingga Bumi bisa terkena dampaknya menjadi planet yang dingin nan kelam.

Tentu saja dugaan tersebut salah. Lubang korona sendiri termasuk ke dalam fenomena astronomi, di mana ia bisa muncul di atmosfer Matahari dari waktu ke waktu.

Menurut penjelasan NASA, lubang raksasa itu menandakan adanya titik-titik kepadatan rendah di mana medan magnet Matahari terbuka secara bebas ke ruang antar planet.

Hal tersebut memungkinkan material panas dari korona Matahari mencuat keluar dengan kecepatan tinggi. Karenanya, area lubang itu memiliki plasma yang kurang panas dibanding kawasan di sekitarnya. Itulah yang membuatnya muncul berwarna gelap dan seakan-akan berlubang.

"Lubang korona adalah sumber partikel angin surya berkecepatan tinggi yang berhembus keluar Matahari. Kecepatannya tiga kali lipat ketimbang angin antariksa manapun," jelas pihak NASA, seperti dikutip dari Business Insider.

Lubang korona dipercaya bisa muncul sewaktu-waktu, dalam hitungan pekan ataupun bulan. Wilayah yang 'dijajahi' pun bisa mencapai seperempat luas permukaan Matahari.

Berbahaya untuk Bumi?

Dugaan yang menggambarkan seakan-akan lubang korona Matahari berpotensi membahayakan kehidupan Bumi memang dianggap tidak benar. 

Meski tidak menyebabkan kiamat yang menghancurkan alam semesta, lubang korona yang jelas memiliki dampak sendiri bagi Bumi.

Menurut pusat yang memantau cuaca antariksa Space Weather Prediction Center (SWPC), angin surya yang dilepaskan dari korona Matahari bisa memicu terjadinya badai Matahari.

Badai Matahari tersebut kemudian dinilai bisa mengganggu satelit dan sistem komunikasi radio. Selain itu, aurora juga bisa tercipta dari badai Matahari tersebut.