Definition List

header ads

Moon Express Perusahaan Asal California Akan Menambang Bulan Tahun 2017



Masih ingat Moon Express? Perusahaan asal California telah lama mengincar Bulan untuk dijadikan lahan tambang. Belum lama, perusahaan itu telah mengantongi izin terbang ke sana dari pemerintah Amerika Serikat.

Moon Express atau MoonEx adalah perusahaan yang didirikan oleh komunitas Silicon Valley dan pengusaha keantariksaan yang ingin menambang Bulan untuk sumber daya alam.

Sejak Juni kemarin, MoonEx sudah dalam proses perencanaan bisnis untuk meninggalkan orbit Bumi dan mendarat di permukaan Bulan.

Rencana tersebut tampaknya tidak akan hanya menjadi angan-angan belaka. Pemerintah AS telah memberinya izin terbang menyambangi Bulan.

Mengutip situs Time, MoonEx tercatat sebagai perusahaan swasta pertama yang mengantongi izin tersebut.

"Bagi saya, pergi ke Bulan adalah simbol kemampuan dari tiap individu dan kelompok kecil," ucap salah seorang pendiri dan pimpinan MoonEx, Naveen Jain.

Ia melanjutkan, "ini adalah sebuah inspirasi yang membuat orang-orang bisa berpikir bahwa banyak hal yang biasanya hanya bisa diwujudkan oleh kekuatan besar, kini bisa juga diwujudkan oleh tim kecil."

Bisa dibilang ini merupakan momentum besar bagi MoonEx, mengingat sebagian besar perusahaan swasta biasanya hanya sekadar meluncurkan satelit ke luar angkasa ataupun menerbangkan kargo untuk memasok kebutuhan astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS).


Manfaatkan kompetisi Google untuk wujudkan mimpi

Tenggat waktu MoonEx bisa dibilang tidak lama lagi. Perusahaan ini menargetkan agar bisa ke Bulan pada 2017 mendatang. Mengapa terburu-buru?

Rencananya, MoonEx akan mengikuti Google Lunar X Prize, kompetisi internasional yang mengirim wahana antariksa pertama dari sektor swasta ke permukaan Bulan.

Situs The Verge mewartakan, MoonEx sudah bergabung di kompetisi tersebut pada 2012 dan berhasil masuk ke "babak final" mengalahkan 16 calon kandidat lain.

MoonEx bersama pesaing utamanya yang berasal dari Israel, SpaceIL, harus bertarung agar bisa menjadi yang pertama untuk mendaratkan robot di permukaan Bulan, menyusuri sejauh 500 meter.

Pemenangnya akan diganjar hadiah sebesar US$20 juta atau setara Rp262 miliar.

Sebagai persiapan, MoonEx telah membeli wahana antariksa untuk lander-nya yang bakal diterbangkan menggunakan roket Electron. Kendaraan antariksa tersebut sedang dirakit oleh startup Rocket Lab.

Namun MoonEx mengaku bukan sekadar untuk mengejar pamor jika memenangkan kompetisi Google tersebut. Perusahaan itu memang berambisi melakukan misi yang lebih jauh yakni menambang Bulan agar bisa mendapatkan sampel elemen berharga.

"Kami ingin memenangkannya. Jika sukses, perjalanan tahun 2017 esok bakal menjadi bukti bahwa kami bisa mengirim perangkat keras ke permukaan Bulan secara utuh," tutur CEO MoonEx, Bob Richards kepada The Verge.

Ia menyambung, "setelah itu, kami bakal melanjutkan meningkatkan misi ke Bulan. Pada 2020, kami harap bisa membawa kembali material dari Bulan."

Terkait ambisi tersebut, memang menuai banyak komentar apakah perusahaan seperti MoonEx bisa secara legal membawa dan menyimpan material yang diambil langsung dari Bulan.

Namun yang jelas pada November lalu, Presiden Barack Obama menandatangani aturan hukum Commercial Space Launch Competitiveness Act. Salah satu poin di dalamnya menyatakan izin bagi perusahaan swasta agar berhak menyimpan sumber apapun yang diambil dari luar angkasa.

Tandanya, MoonEx dan inisiatif penambangan Bulan tersebut tidak melanggar hukum jika mereka menyimpan material asli dari antariksa.