Definition List

header ads

Fenomena Astronomi Di Bulan Juli 2017

Hujan Meteor Delta Akuarid


1 Juli 2017: Fase Bulan Kuartal Awal

Bulan akan mencapai fase kuartal awal pada hari ini, 1 Juli 2017, membuatnya akan tampak separuh saja bila diamati dari Bumi kita. Fase kuartal awal secara astronomis terjadi pada pukul 07.52 WIB. Dari Indonesia, Bulan bisa mulai diamati sekitar pukul 18:01 waktu setempat ketika ia berada di ketinggian 83° dari horison utara. Bulan akan terbenam 6 jam 9 menit setelah Matahari terbenam.

1 Juli 2017: Konjungsi Bulan dengan Planet Jupiter

Masih di tanggal dan fase yang sama, kita bisa melihat Bulan separuh yang tampak berdekatan sekitar 2° dengan planet Jupiter di langit. Cukup amati langit atas kepala saat setelah magrib, Anda akan menemukan Jupiter muncul mirip bintang paling terang di dekat Bulan separuh. 

4 Juli 2017: Bumi di Titik Aphelion

Dalam mengelilingi Matahari, Bumi tidak beredar di jalur orbit lingkaran sempurna, melainkan orbit elips yang membuatnya bisa berada di jarak terdekat (perihelion) maupun jarak terjauh (aphelion). Aphelion akan dicapai Bumi tahun ini pada 4 Juli 2017 pukul 03.00 WIB. Saat aphelion, jarak antara Bumi dan Matahari adalah sekitar 1,016 SA atau 152 juta kilometer jauhnya.

5 Juli 2017: Konjungsi Planet Venus dengan Pleiades

Mengamati bintang di langit malam mungkin sudah biasa, tapi pernahkah Anda mengamati gugus bintang? Salah satu gugus bintang paling terang yang bisa diamati dengan mata telanjang adalah gugus bintang Pleiades. Pada 5 Juli 2017, Pleiades akan tampak berdekatan dengan planet Venus yang terang!

Planet Venus akan tampak di sebelah gugus bintang Pleiades sejauh 8,2° pada pukul 04.30 waktu setempat tanggal 5 Juli 2017. Dalam pandangan mata telanjang, Venus akan muncul mirip bintang paling terang, sementara Pleiades akan muncul seperti bintik-bintik bintang yang unik berwarna putih kebiruan.

6 Juli 2017: Bulan di Titik Apogee

Sama seperti Bumi dalam mengelilingi Matahari, garis edar Bulan juga berbentuk elips. Ini membuat Bulan bisa berada di jarak terdekat dari Bumi (perigee) maupun jarak terjauh (apogee). Pada 6 Juli 2017 pukul 11.27 WIB, Bulan mencapai apogeenya, ia akan berjarak kurang lebih 405.934 kilometer jauhnya dari permukaan Bumi kita

.
7 Juli 2017: Konjungsi Bulan dengan Planet Saturnus

Karena Bulan bergerak di langit melalui garis ekliptika, hal inilah yang membuat ia akan selalu bertemu dengan planet-planet tata surya yang juga bergerak di garis ekliptika. Pada 7 Juli 2017, giliran Saturnus yang akan tampak berdekatan 3,2° dari Bulan. Kedua benda langit ini bisa diamati mulai Matahari terbenam. Gunakan teleskop agar bisa melihat cincin Saturnus.

9 Juli 2017: Bulan Purnama

15 hari setelah Lebaran, tepatnya pada 9 Juli 2017, Bulan akan kembali muncul dalam fase Bulan Purnama. Fase ini terjadi ketika kedudukan Bulan berada pada 180 derajat dari posisi Matahari di langit. Dengan begitu, Bulan akan terbit saat Matahari terbenam. Fase Purnama dicapai Bulan pada pukul 11.08 WIB, kita bisa mengamatinya muncul di langit timur saat senja.

14 Juli 2017: Konjungsi Planet Venus dengan Aldebaran

Apa itu Aldebaran? Aldebaran merupakan bintang paling terang di rasi bintang Taurus. Pada 14 Juli, kita berkesempatan melihat Venus yang berada sejauh 3,1° dengan bintang Aldebaran. Anda bisa mengamatinya di langit timur mulai sekitar pukul 04.30 dini hari waktu setempat daerah Anda.

16 Juli 2017: Istiwa A'dhom

Pada 16 Juli 2017 pukul 16.27 WIB, Matahari akan berada tepat di atas Ka'bah, Mekah, Arab Saudi, yang mana merupakan kiblat untuk beribadah salat bagi umat Muslim. Dengan begitu, pada jam itu bayangan dari benda tegak akan lurus mengarah ke arah Ka'bah. Sehingga inilah kesempatan umat Muslim untuk mengoreksi kembali arah kiblat dengan cara yang mudah namun sangat akurat: melalui Istiwa A'dhom.

17 Juli 2017: Fase Bulan Kuartal Akhir

17 Juli 2017 pukul 02.27 WIB, Bulan akan resmi memasuki fase kuartal akhir. Hal ini akan membuat Bulan menonjol di langit timur sebelum fajar karena terbit sekitar pukul 23.45 waktu setempat, atau sekitar 6 jam 18 menit sebelum Matahari terbit. Bulan lantas akan mencapai ketinggian 78° dari horison utara sebelum memudar dari pandangan saat fajar menyingsing sekitar pukul 05.48 waktu setempat.

20 Juli 2017: Konjungsi Bulan dengan Aldebaran

Setelah beberapa hari yang lalu berkonjungsi dengan Venus, ada 20 Juli giliran Bulan yang akan tampak berdekatan dengan bintang Aldebaran atau Alpha Tauri ini. Menariknya, konjungsi ini akan sangat dekat, Bulan dan Aldebaran hanya akan terpisah sejauh 0,4° satu sama lain.


21 Juli 2017: Hujan Meteor Alpha Cygnid

Hujan meteor Alpha Cygnid akan mencapai tingkat maksimum aktivitasnya pada tengah malam hingga menjelang Matahari terbit tanggal 21 Juli 2017. Beberapa meteor yang terkait dengan hujan meteor ini sebenarnya bisa diamati sepanjang Juli sampai awal-awal Agustus.

Diperkirakan akan ada 5-10 meteor per jam (ZHR) saat puncaknya. Namun, intensitas ini diasumsikan Anda mengamatinya di area dengan kondisi langit yang masih sangat gelap, bebas polusi cahaya, dan cuaca cerah. Pengamatan bisa dan wajib dilakukan dengan mata telanjang di seluruh Indonesia.


22 Juli 2017: Bulan di Titik Perigee

Setelah mencapai titik terjauhnya pada 6 Juli 2017, Bulan akan mencapai titik terdekatnya (perigee) pada 22 Juli 2017. Di tanggal ini, Bulan akan berada pada jarak sekitar 361.238 kilometer. Sayangnya, Bulan sudah berusia tua sehingga sukar diamati.

23 Juli 2017: Fase Bulan Baru

Syawal berakhir di tanggal ini. Bulan akan berkonjungsi dengan Matahari sehingga yang tampak dari Bumi adalah fase Bulan Baru. Secara astronomis, Bulan Baru terjadi pada 23 Juli 2017 pukul 16.46 WIB.

25 Juli 2017: Konjungsi Bulan dengan Planet Merkurius

Pernahkah Anda melihat planet Merkurius? Planet terkecil di tata surya kita ini memang tidak mudah untuk diamati mengingat jarak sudutnya dari Matahari hampir selalu berdekatan dan kenampakannya yang terlampau kecil bila diamati dari Bumi. Namun, pada 25 Juli, kita berkesempatan melihat Merkurius yang terletak sejauh 0,9° dari Bulan sabit muda di langit barat saat senja.

28 Juli 2017: Hujan Meteor Delta Akuarid

Ini merupakan hujan meteor kedua di bulan Juli. Hujan meteor Delta Aquarid akan mencapai puncaknya setelah tengah malam hingga menjelang Matahari terbit. Sebananyak 20-30 meteor per jam akan tampak melesat dari arah rasi bintang Akuarius di langit timur.

Beruntung, saat puncak hujan meteor Delta Akuarid, Bulan berada pada fase sabit dan akan terbenam sebelum tengah malam sehingga cahayanya tidak akan mengganggu pengamatan. Hujan meteor ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia dan wajib dilakukan dengan mata telanjang.

29 Juli 2017: Konjungsi Bulan dengan Planet Jupiter

Hampir sama dengan yang terjadi pada 1 Juli 2017, Bulan akan kembali tampak berdekatan dengan planet Jupiter. Kedua benda langit ini akan terpisah sejauh 3,1° satu sama lain. Konjungsi Bulan dengan Jupiter bisa diamati di langit barat saat Matahari terbenam.

30 Juli 2017: Merkurius di Sudut Elongasi Tertinggi

Sepanjang bulan Juli, inilah saat terbaik untuk mengamati planet Merkurius selain saat ia berkonjungsi dengan Bulan pada 25 Juli 2017. Planet terdekat Matahari itu akan mencapai posisi tertingginya di langit saat Matahari terbenam, yakni sekitar 27,2° dari horison barat. Untuk menemukan Merkurius, lebih mudah menggunakan binokuler ataupun teleskop.

30 Juli 2017: Fase Bulan Kuartal Awal

Fase Bulan ini sama seperti fase Bulan yang terjadi pada awal Juli, Bulan akan tampak separuh saja saat diamati dari permukaan Bumi karena berkedudukan 90 derajat dari posisi Matahari di langit. Fase kuartal awal secara astronomis terjadi pada 30 Juli 2017 pukul 22.23 WIB. Kita bisa melihat Bulan kuartal awal di langit atas kepala saat Matahari terbenam.